Spyware Doctor 6.1 With Anti-virus
Spyware Doctor 6.1.0.447 With Anti-virus
Spyware Doctor provides three-way
26 MB | Rapidshare - Megaupload
Download Spyware Doctor 6.1
Rapidshare - Megaupload
Tutorial, Free Templates & Free Downloads
Sejak lahirnya, para tokoh dan anggota Ikhwan menjalani hidup antara rumah dan penjara, karena opressi (penindasan) penguasa Mesir yang sangat keras terhadap segala hal yang berbau pergerakan Islam. Bersamaan dengan itu, Ikhwan membangun infrastruktur di semua lini, termasuk yayasan dan perusahaan besar, yang kemudian menggambarkan mindset (kerangka berpikir) dan rencana besar Ikhwan. Apalagi, ketika Ikhwan terlibat dalam politik di parlemen secara langsung.
Pendekatan pemerintah Mesir selalu menggunakan pendekatan keamanan, di mana Ikwhan sebagai sebuah kelompok yang secara legal dilarang melakukan aktivitas politik , dan pemerintah berulang kali menghukum Ikhwan, karena dinilai telah melanggar hukum, dan menjatuhkan sanksi. Ikhwan, melalui para Mursyid 'Aam-nya (Pembimbingnya) menegaskan bahwa semua dokumen dan penangkapan tokoh kunci Ikhwan oleh pemerintah Mesir adalah suatu kebohongan pemerintah semata.
Menghadapi sikap pemerintah Mesir, kemudian, Ikhwan—dengan segala tekanan itu—mendeklarasikan diri bukan semata sebagai partai politik, tapi lebih merupakan sebuah proyek besar yang sifatnya komprehensif, dan politik hanya sebagian kecil dari tujuan pergerakan mereka. Ini semua mengembalikan Ikhwan pada tujuan utama Ikhwan sejak kelahirannya. Kemenangan kursi parlemen yang cukup signifikan di tahun 2005,di mana Ikhwan mendapat 78 kursi justru telah mengubah wajah Ikhwan menjadi begitu lembek dan tak lagi bertenaga, cenderung kompromis dengan penguasa. Meskipun, Ikhwan tetap menjadi kekuatn oposisi terbesar di sepanjang sejarah politik di Mesir.
Apabila, Gerakan Ikhwan lebih terlibat secara utuh dalam pembinaan dan pendidikan masyarakat, maka konfrontasi langsung dengan pemerintah Mesir saat ini, mungkin belum akan terjadi. Mungkin Ikhwan dapat melihat gerakan Jamaah Tabligh yang menyebar secara cepat ke seluruh dunia, dan dalam situasi seperti ini di berbagai belahan dunia, Ikhwan nyaris kehilangan esensi pergerakannya, dari zaman Mahmoud al Nuqrashi Pasha sampai hari ini. Dan, bila dihubungkan dengan kenyataan bahwa Ikhwan adalah sebuah proyek besar luar biasa dalam pembelaannya terhadap umat. Proyek besar Ikhwan ini lebih komprehensif dibandingkan sekedar berkuasa atau menguasai kekuasaan.
Pemerintah Mesir tetap mengharamkan Ikhwan, namun Ikhwan pun tak menghiraukan larangan itu. Apakah perjuangan Ikhwan akan berubah? Di dalam internal Ikhwan kini saling tarik antara kaum muda Ikhwan yang menginginkan Ikhwan berhati-hati dalam urusan politik, bahkan cenderung setuju untuk lebih menguatkan infrastuktur dan pembinaan di tingkat masyarakat bawah, menghadapi generasi lama yang lebih tua yang memilih jalan dengan terlibat langsung dalam politik praktis.
Ikhwan tampaknya sedang dalam proses transisi. Mereka sudah terbukti memiliki pengalaman yang panjang menghadapi opressi yang keras dari penguasa Mesir, dan Ikhwan terbukti sukses. Kedatangan presiden AS, Barack Obama ke Mesir sebagai penjaga politik Timur Tengah, tentu yang paling memilukan drama di Gaza pada Januari 2009, di mana agresi Israel yang menewaskan 1500 orang Palestina sudah menjadi pertaruhan tersendiri bagi Ikhwan. Karna, Ikhwan berada di posisi mendukung Hamas, dan berhadapan dengan Israel, AS, dan pemerintah Mesir. Adakah Ikhwan akan memutar haluan?
Kami mengharapkan partisipasi, pendapat dan pendangan para pembaca di dalam rubrik dialog ini, dan semoga bermanfaat.
****
Sengketa pemilu presiden yang kini disidang Mahkamah Konstitusi (MK), tak menghentikan perbincangan menyusun kabinet SBY-Boediono lima tahun mendatang. Bila sebelumnya, SBY menegaskan belum berpikir menyusun kabinet, kini presiden terpilih itu mulai menunjukkan ‘clue’ soal siapa saja yang bakal masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan 2009-2014 mendatang?
“Saya juga mendengarkan banyak sekali pandangan dari saudara-saudara kita, dari publik, dari pengamat, dan dari rakyat, yang kira-kira kalau saya pahami, kabinet mendatang betul-betul kabinet kerja (zaken cabinet), kebinet yang professional, kabinet yang bisa menjalankan tugas dengan baik. Saya kira cocok dengan apa yang saya pikirkan juga”, ucap SBY, di halaman Istana Presiden, tentang sikap dan pikirannya yang tak jauh berbeda dengan para pengamat tentang pembentukan kabinet yang professional, Selasa (Inilah.Com, 4/8/200).
“Saya juga mendengar jangan sampai menjadi dagang sapi, jangan sampai presiden terpilih itu di dikte oleh partai-partai politik untuk mewadahi jago-jagonya”, tambah SBY. Pernyataan ini menyikapi pendapat berbagai kalangan yang menginginkan agar pembentukan kabinet tidak dijadikan ajang dagang sapi.
Menanggapi bentuk kabinet mendatang yang professional, dan sedikit melibatkan partai politik, Ketua DPP PKS, yang juga Ketua FPKS di DPR, Mahfudz Siddiq, menyatakan, semangat dalam menyusun kabinet yang diusung oleh SBY adalah sebuah keniscayaan. Tapi, jangan sampai dibenturkan dengan partai politik pendukung, sehingga memicu tafsiran, bahwa partai politik itu tidak professional. “Padahal, partai politik juga punya SDM yang professional”, tegas Mahfudz. (Inilah.Com, Rabu,5/8/2009)
Nampaknya, langkah-langkah politik SBY, bakalan mulus, dan tidak akan ada penolakan dari partai-partai politik pengusung SBY dalam koalisi sebelum pemilu. Karena, buktinya dalam pencalonan cawapres menjelang pilpres bulan Juli lalu, SBY memilih Boediono, dan menimbulkan kontroversi dan menolak Boediono, yang dituduh Neolib itu, kemudian kenyataannya partai-partai pengusung SBY-Boediono menerimanya, bahkan membela habis-habisan. Termasuk masalah kerudung (Jilbab), di mana isteri pasangan SBY-Boediono, yang keduanya tidak menggunakan kerudung.
Disisi lain, langkah SBY ingin menunjukkan, dirinya tak dapat diatur-atur oleh partai-partai pengusung, khususnya dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik, dan semangat ingin memperkuat sistem presidensiil. Dan, tak pelak yang dimaksud dengan professional itu, adalah kalangan ekonom dan professional yang lebih dekat dengan Barat (AS). Karena, lingkaran utama (inner circle) Presiden SBY, termasuk Tim Sukses serta Konsultan pilpres kemarin adalah tokoh-tokoh yang dekat dengan Barat (AS).
Jadi, sebenarnya apa dibenak dan pikiran Presiden SBY tentang partai-partai politik yang sudah digalang, dan dijadikan ‘tunggangan’ waktu pemilu legislative dan pemilu presiden kemarin? Adakah mereka itu dimata Presiden SBY, hanya semata-mata sebagai alat kendaraan poltik, yang tidak ada artinya apa-apa, dan usai pemilu, mereka ditinggalkan, dan dianggap tugas mereka sudah selesai?
Dengan atas nama professionalisme, sistem presidensiil, serta hak prerogative presiden, SBY sepertinya dengan mudah akan menyusun kabinet mendatang. Kalau ini benar terjadi, parpol pengusung SBY yang sebelumnya dengan penuh semangat, dan berharap akan dapat mendudukan kadernya di kabinet, maka kemungkinan dapat gigit jari.
Kami mengharapkan tanggapan, pandangan, dan sikap dari para pengunjung, dan semoga menjadi bermafaat.
***

| |
Copyright © Muhammad Rifqi Web Blog
Template by Blog Template 4 U | Blogspot Tutorial | Blogger